Skip to main content

Mulai Dari Hal Kecil


Pada suatu hari hidup seorang anak muda bernama Amir. Dia adalah orang yang sangat malas. Dimana pun ia berada, ia selalu mengandalkan orang lain. Di kampus dia mengandalkan temannya, dirumah dia mengandalkan kakaknya. Selain suka mengandalkan orang lain, Amir orang yang sangat suka tidur. Seringkali orang tuanya membangunkan dia untuk berangkat ke kampus. Hampir orang-orang disekitarnya tau bahwa Amir adalah seorang pemalas. Teman-temannya sering melaporkan Amir ke Dosen Pembimbingnya.

Suatu saat ketika Amir dikampus, dia dipanggil oleh Dosen Pembimbingnya. Disana, dosennya menasihati Amir, jika Amir seperti ini terus, Ia tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan, mengingat keluarganya yang kurang mampu. Karna dosennya yakin tidak akan ada yang mau menerima dia jika dia tidak merubah kebiasaan buruknya. Dosennya berbicara seakan menekan keadaannya, tetapi diakhir kata Dosennya berkata "tidak ada kata terlambat untuk berubah, mulai dari hal kecil." Lalu dosennya pergi meninggalkan dia.

Amir terus memikirkan perkataan dosennya, dan ia setuju dengan perkataan dosennya bahwa Ia harus berubah menjadi lebih baik. Semenjak saat itu dia belajar untuk selalu memperhatikan hal kecil. Seperti menjadi orang yang tepat waktu, dan menyelesaikan tanggung jawabnya sendiri. Walau gagal, dia tetap berusaha untuk merubah kebiasaan buruknya. Alhasil di semester akhirnya, dia dapat menyelesaikan tugas akhirnya dengan baik. Dan temannya-temannya yang awalnya segan dengan Amir, akhirnya mendukung Amir untuk terus maju. Darisana ia mendapat pekerjaan yang baik, karena orang-orang suka dengan karakter Amir.

Tidak ada kata terlambat, semoga bermanfaat.

Comments

Popular posts from this blog

Nadiem Makarim - GOJEK

Saya telah membaca, bagaimana Bpk. Nadiem Makarim membuat GO-JEK. Saya membacanya disini . Sedikit menceritakan ulang, Pak Nadiem merupakan pengguna setia ojek. Karena menurutnya ojek merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. Karena terlalu sering naik ojek, singkat cerita Pak Nadiem menjadi akrab dengan ojek langganannya. Ojek langganannya bercerita sehari bekerja selama 14 jam biasanya hanya mendapat 4 penumpang. Pak Nadiem merasa prihatin, dan akhirnya mendirikan PT GOJEK. Beliau mendirikan perusahaannya bersama  temannya, Michaelangelo Moran. beliau yang berdiri paling kanan. Hal ini dilandasi pula dengan dalam bisnis ojek biasanya ada istilah 'inefisiensi pasar'. Seringkali saat dibutuhkan tidak ada, tetapi saat tidak dibutuhkan ada. Dulunya, apabila mau memesan GOJEK harus melalui Call Centre. Namun seiring berkembangnya teknologi, GOJEK pun berkembang juga. Cukup memesan melalui aplikasi, driver bisa langsung berko...

Upaya Mall di Jakarta Mencegah Virus Corona

Sumber foto Sejak kasus virus corona bertambah menjadi 172 orang, beberapa mall di Jakarta melakukan beberapa tindakan demi mencegah penyebaran virus corona. Beberapa Mall di Jakarta menerapkan sistem keamanan melalui alat pengukur suhu. Setiap pengunjung harus diukur suhu tubuhnya terlebih dahulu oleh petugas. Apabila suhu tubuh mencapai 38°, maka tidak diperbolehkan masuk ke dalam mall. Tidak hanya alat pengukur suhu, beberapa mall juga sudah menyediakan hand sanitizer . Dengan harapan untuk mensterilkan tangan pengunjung. Tapi menurut salah satu petugas, upaya pencegahan tersebut tetap kurang efektif. "Menurut saya kalo memang orangnya kena, ya kena aja. Karna sakit mah udah ada yang ngatur, tinggal kitanya aja yang bisa jaga kebersihan apa enggak." David.T.S, Petugas Mall, Selasa (17/03/2020). BACA JUGA :  Dampak Virus Corona Terhadap Mall di Jakarta

Produk dan Penentuan Harga Jual

Sumber foto : Sarjana Ekonomi Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang "Produk dan Penentuan Harga Jual." Jika kemarin kita sudah membahas tentang manajemen dan pemasaran, maka produk dan penentuan harga adalah langkah selanjutnya yang harus ditempuh oleh seorang pengusaha. Yang pertama untuk produk, pastikan kita memiliki sesuatu untuk dijual. Baik itu barang maupun jasa, pointnya adalah ada sesuatu yang kita berikan kepada pembeli. Banyak sekali produk dan jasa yang bisa kita jual, untuk produk contohnya bisa sepatu, baju, celana, bangku, meja, hampir semua barang disekitar kita bisa kita upayakan untuk membuka usaha dan menjualnya. Lalu contoh jasa, bisa cuci sepatu, laundry, pemotretan, pembuatan video, bahkan ada jasa dimana orang mengerjakan tugas (kuliah, sekolah, dsb) orang lain. Yang kedua, kita perlu menentukan harga. Tentunya dalam hal ini, kita sebagai penjual pasti mau "untung." Oleh karena itu ada beberapa cara untuk menentuka...